Besaran

Apa Itu Besaran Skalar Dan Besaran Vektor?

Selain ada besaran pokok dan turunan, dalam ilmu fisika dikenal juga besaran skalar dan besaran vektor. Apa itu besaran skalar dan besaran vektor? Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai besaran skalar dan besaran vektor. Oke eksklusif saja ke pembahasan.
Sumber Gambar: bestandika.blogspot.com

Besaran Skalar
Besaran-besaran dalam fisika yang sudah kita kenal ibarat massa, panjang, waktu , dan yang lainnya dinyatakan dengan sutu angka yang biasanya diikuti dengan suatu satuan. Sebagai contoh, massa suatu benda sama dengan 4 kg. Besaran-besaran ibarat itu tidaklah memiliki arah, sehingga disebut dengan besaran skalar. Dikatakan tidak memiliki arah, alasannya yaitu besaran-besaran tersebut bernilai sama ke senua arah/orientasi. Perhitungan pada besaran skalar mencakup operasi-operai matematik ibarat penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Berikut beberapa pola besaran skalar yang sering kita dengar dan jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
1. Massa (m)
Besaran massa sanggup diperoleh dengan cara mengukur/menimbang dengan memakai neraca. Besaran massa benda sanggup juga diperoleh dari pembagian gaya yang bekerja terhadap percepatan benda tersebut. Ingat bedakan antara massa dan berat.
2. Panjang/jarak (s)
Besaran panjang sanggup diperoleh dengan mengukurnya dengan mistar, penggaris, jangka sorong, dan mikrometer skrup. Besaran panjang/jarak lintasan yang ditempuh oleh suatu benda sanggup juga diperoleh dari perkalian antara kelajuan dengan waktu tempuh.
3. Luas (A)
Misalnya luas suatu persegi panjang sanggup diperoleh dari perkalian antara panjang dengan lebarnya.
4. Volume (V)
Misalnya volume sebuah balok sanggup diperoleh dari perkalian antara panjang (p), lebar (l), dan tingginya (t).
5. Waktu (t)
Besaran waktu tempuh dari suatu benda yang bergerak sanggup diperoleh dari pembagian antara jarak (s) terhadap kelajuan (v).
Besaran Vektor
Besaran vektor yaitu suatu besaran yang memiliki nilai (angka) dan arah. Misalnya dikala kita menyatakan sebuah kendaraan beroda empat bergerak dengan kecepatan 100 km/jam, maka akan muncul suatu pertanyaan “Ke arah mana kendaraan beroda empat itu bergerak“? Apakah bergerak 100 km/jam ke timur, 100km/jam ke utara, dan lain sebagainya. Kecepatan merupakan salah satu besaran vektor, jadi harus dinyatakan oleh nilai dan arahnya.

Tags
Show More
Close